Fakultas Ilmu Keislaman merupakan cikal bakal utama dari pendirian Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Fakultas Ilmu keislaman adalah fakultas yang menaungi dua program studi. Kedua program studi tersebut adalah Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kedua merupakan prodi yang sudah terbentuk semenjak institusi Unira belum terbentuk, yakni saat institusi perguruan tinggi ini masih berbentuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Rahmat.

Sebagai bagian dari prodi yang paling awal berdiri dalam kelembagaan ini,  hal ini tentu membawa konsekwensi logis atas komitmen dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai kebaikan. Nilai kebaikan  atau prinsip yang mendasari terbangunnya lembaga perguruan tinggi ini merupakan nilai-nilai itu mencakup nilai tradisi keislaman, keahlussunah wal jamaahan ala Nahdlatul Ulama. Seperti ungkapan yang sering dijadikan pegangan yakni almukhafadhatu ala qodimissholih wah ahdu bil jadidil aslah. Mempertahankan tradisi yang baik dan mengambil tradisi-tradisi baru yang lebih baik.

Salah satu tradisi, nilai kebaikan yang akan terus dipertahankan oleh lembaga ini adalah menggali nilai-nilai kebaikan yang telah dirumuskan oleh para alim, ulama yang diakui kredibilitas dan kefakihannya. Salah satu yang dapat dirujuk keilmuan dan kefakihannya adalah karya-karya KH. Hasyim Asyari. Sebagai upaya dalam menumbuhkan kesadaran dan pemahaman atas tradisi keagamaan khususnya dalam memahami sebuah gerakan dan pemikiran keagamaan, maka diselenggarkanlah kegiatan Ngaji Bareng dan Ziarah makam aulia.

Kegiatan ngaji bareng ini diselengarakan pada 18 September 2022 bertempat di kantor PW NU Jawa Timur. KH. Abdussalam Shohib atau sering disebut Gus Salam menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Gus Salam, yang juga merupakan cucu dari Mbah Bisri Syansuri, salah satu pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama, saat ini juga sedang mengemban amanah sebagai salah satu pengurus wilayah NU Jawa Timur.  Adapun yang menjadi materi kajian pada kegiatan Ngaji bareng gus salam adalah kitab “Qonun Asasi li jam’iyyah Nahdlatul Ulama”

Sebelum dilaksanakan ngaji bareng tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Keislaman dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa  kegaitan Ngaji bareng ini merupakan agenda rutin dari Fakultas Ilmu Keislaman yang harus diikuti oleh seleruh civitas akademika di linkungan FIK.

“ Kegiatan ini merupakan, ikhtiar Fakultas Ilmu Keislaman untuk mengimplementasikan visi dan misi khayra ummah dan penguatan ahlussunah wal jamaah an nahdhiyah. ” ungkap beliau.

Pemilihan narasumber Ngaji bareng ini selalu dengan mempertimbangkan sanad keilmuan serta basis pengetahuan keislaman yang dianggap mumpuni. Sehingga mahasiswa akan memperoleh pencerahan keilmuan yang memadai khususnya terkait dengan nilai khayra ummah dan keaswajaan. Sebagai informasi tambahan, beberapa waktu sebelumnya Ngaji bareng dilaksanakan di PP. Al Falah Ploso Kediri dengan narasumber KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dan mayoritas adalah mahasiswa baru di lingkungan Fakultas Ilmu Keislaman (FIK). Kegiatan ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kegiatan orientasi studi kehidupan kampus mahasiswa baru (oskab) tahun 2022.  Selain ngaji bareng, kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan ziarah makam aulia yakni makam KH. Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya dan berakhir di makam KH. Abdurrahman Wahid di Jombang. (hum/elk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *