
Menuju awal semester 2017/2018 genap, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial mengawali dengan mengadakan Ambassador Lecture yang ke tiga kalinya. Bertempat di hall. KH. Moch. Said, acara tersebut menghadirkan dua narsumber, Bapak Ivan Hotek (Dubes Ceko untuk RI) dan Bapak Andri Dewanto Ahmad (PWNU Jatim).
Mengangkat tema tentang negara berdemokrasi, kedua narasumber menjabarkan masing -masing kisah sejarah panjang dalam membentuk sebuah negara demokrasi serta bagaimana seorang pemimpin negara tersebut mengendalikan sistem pemerintahannya. Menurut Bapak Ivan Hotek, contoh negara yang baik adalah memiliki pemimpin yang baik tidak diktator dan mempunyai aturan untuk membentuk negara yang stabil.
Duta Besar Ceko untuk Indonesia ini juga mengatakan jika untuk menjadi besar seperti Ceko hari ini, banyak kejadian yang harus dilalui di masa lalu. Titik baliknya adalah ketika Ceko mengalami keterpurukan semasa Perang Dunia II dan memutuskan untuk membuat negara sendiri dan berpisah dengan Slovakia. Pemerintahannya berbenah, banyak mempelajari tata cara pemerintahan dan kepemimpinan di negara-negara demokratis, lalu pada akhirnya bisa menajdi salah satu negara maju hingga saat ini.
erbicara mengenai demokrasi di Indonesia, Bapak andri dewanto (PWNU Jatim) mengatakan jika kepemimpinan Indonesia ke depannya perlu figur seorang yang mampu support nilai – nilai keagamaan yang moderat. Selain itu, beliau juga menambahkan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengutamakan kepemimpinan daripada kekuasaan, dan juga harus berandaskan pancasila dan UUD 1945.
Dihadiri sekitar 250 peserta Mahasiswa dari beberapa lintas prodi, diharapkan Ambassador Lecture kali ini mampu menambah wawasan kepada para mahasiswa dalam mengenal sistem demokrasi dan kepemimpinan baik di Indonesia maupun Ceko.
