
Dalam menghadapi persaingan di era 4.0, segala infrastruktur yang ada di sebuah negara harus ikut merespon perubahan tersebut dengan cepat, gunanya agar tidak tertinggal dan tersaingi dengan bangsa-bangsa lainnya. Salah satu aspek tersebut adalah desa, melalui Kuliah Tamu Mengembangkan Kemitraan Dalam BUMDESA Di Era Revolusi Industri 4.0, Universitas Islam Raden Rahmat Malang, menghadirkan Bapak Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) sebagai Narasumber utama.
Digelar pada Kamis, 07 Maret 2019 di Hall. KH. Moch Said Gedung A Lt III UNIRA Malang, kegiatan tersebut dihadiri 250 peserta. Terdiri dari kalangan civitas akademik UNIRA Malang dan juga beberapa perangkat Desa Kabupaten Malang, Bapak Eko Putro Sandjojo memaparkan tentang tantangan yang perlu dihadapi oleh generasi sekarang di era 4.0.
Menurut Beliau, sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, para Mahasiswa harus ikut aktif dalam melawan sisi negatif era 4.0, yaitu hoax. “Selain memiliki nilai – nilai positif, yaitu dengan cepatnya akses informasi didapat masyarakat, banyak juga dari informasi yang beredar itu tidak benar (Hoax), maka dari itu dibutuhkan peran Mahasiswa untuk ikut memberantas/meluruskan isu-isu tidak benar tersebut di masyarakat, yang tujuannya disebar untuk mememecah belah bangsa,” ungkap Bapak Menteri.
Lewat pemaparannya, salah satu point sebuah Desa dapat ikut berkembang melalui program pendidikan di Perguruan Tinggi adalah dengan diadakannya KKN Tematik. Melalui KKN tematik, para Mahasiswa dapat melihat peluang-peluang yang dapat digali dari Desa sehingga nantinya bisa menjadi nilai ekonomis serta potensi bagi kemajuan Desa bersangkutan.

Bapak Menteri juga memberikan motivasi kepada para Mahasiswa supaya tidak mudah menyerah dan tetap gigih dalam mewujudkan mimpi-mimpi. “Mahasiswa harus siap menghadapi ketidak sempurnaan dunia, agar mampu dalam mewujudkan cita-cita kalian, dan nantinya bisa berguna bagi orang lain juga,” terang Bapak Eko.
UNIRA Malang sebagai Perguruan Tinggi yang tengah mengembangkan konsep desa Khaira Ummah di Desa Pala’an, Ngajum, Kabupaten Malang, juga mendapatkan hibah bantuan dari KEMENDES sebesar 1,5 Miliar Rupiah. Tujuannya agar konsep Desa tersebut dapat menjadi salah satu contoh sukses dari konsep desa binaan UNIRA Malang bagi PT-PT lain di Indonesia.