
Sejak tahun 2020, BAN-PT telah melaksanakan Implementasi Pemantaun dan Evaluasi terhadap pemenuhan dan evaluasi syarat akareditasi. Akreditasi yang sebelumnya mengacu pada dokumen borang 7 standar yang ada berubah menjadi 9 kriteria. Begitu pula pada hasil pemeringkatan yang sebelumnya berdasarkan kriteria A, B dan C berubah menjadi peringkat Unggul, Baik Sekali dan Baik.
Perubahan lainnya terkait akreditasi saat ini adalah adanya mekanisme Pemantauan dan Evaluasi Pemeringkatan Akreditasi (PEPA) dan pemenuhan Istrumen Suplemen Koversi (ISK). ISK merupakan Instrumen yang digunakan sebagai acuan dalam rangka pemeringkatan Akreditasi. Pemberlakuan keduanya berdampak terkait perubahan teknis pengisian dan penilaian, sehingga diperlukan strategi tertentu dalam menampilkan data-data ISK.

Menghadapi kondisi tersebut, maka Biro Akademik dan Kerjasama menyelenggarakan Workshop Bedah ISK. Workshop ini diselenggarakan dengan menghadirkan Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T (Dewan Eksekutif BAN-PT) pada hari Ahad, 20 Februari 2022. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh unit kerja baik ditingkat universitas, dengan jumlah peserta sekitar 75 orang. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari seluruh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) maupun Program Studi (PS). Kegiatan yang sedianya diselengarakan secara offline/tatap muka langsung diganti menjadi bersifat daring/online dikarenakan faktor pandemi yang belum berakhir.

Adapun tujuan Workshop Bedah ISK : Kupas Tuntas Sistem Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi Program Studi adalah : 1. Meningkatkan pemahaman para pimpinan Prodi dan Fakultas terkait teknis pelaksanaan ISK maupun pengajuan PEPA 2. Meningkatkan motivasi para pimpinan Prodi dan Fakultas untuk segera melakukan analisis kesiapan data di Prodi dan Fakultas terkait pengajuan ISK maupun PEPA 3. Meningkatkan motivasi para pimpinan Prodi dan Fakultas untuk segera melakukan pengajuan ISK maupun PEPA
Dalam kesempatan tersebut narasumber menyampaikan banyak hal terkait perubahan mekanisme, pola pelaporan serta teknis pengisian ISK dalam proses PEPA. Selain itu juga terkait strategi dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menyusun dokumen akreditasi, dalam hal ini dokumen ISK.
Mengingat pentingnya acara tersebut, panitia penyelenggara juga mengundang beberapa institusi lain untuk belajar bersama dalam kegiatan Workshop Bedah ISK. Respon positif disampaikan beberapa pimpinan Lembaga lain diluar Unira Malang. “ Terima kasih telah diberikan kesempatan untuk belajar Bersama, dan semoga kita dapat maju secara bersama-sama dalam mengelola program studi di institusi kita masing-masing, dan semoga kerjasama dalam upaya peningkatan peringkat akreditasi dapat terus berjalan dan terus berkembang.” Begitu yang disampaikan Dr. Noer Rohmah, M.PdI. (Hum/elkhair)