
Disadari atau tidak, saat ini media sosial atau media digital merupakan salah satu asset penting dari sebuah organisasi. Media sosial dapat menjadi sumber pendapatan lain-lain yang tidak terbatas dan dapat menjadikan beberapa aspek belanja / operating cost dapat dipangkas pada sisi yang lain. Ujung-ujungnya operating cost yang semakin terkontrol dan efisien maka akan meningkatkan revenue / pendapatan. Hal ini tentu akan menjadikan organisasi semakin sehat secara keuangan sehingga sustainability/ keberlanjutan sebuah organisasi semakin baik.
Namun demikian, membangun kesadaran bahwa media sosial memiliki manfaat yang luar biasa tidaklah mudah. Budaya oral menjadi kendala tersendiri terkait pembelajaran literasi digital. Untuk itulah perlu dibangun kesadaran bersama agar dapat memanfaatkan media sosial, serta potensi pengikut / follower dan potensi sumber daya yang dimiliki ( mahasiswa, dosen maupun stakeholder lainnya) seoptimal mungkin.
Salah satu kendala tidak efektifnya dalam pengelolaan media sosial adalah, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan literasi yang cukup terkait pemanfaatan media sosial. Pengunaan media sosial saat ini masih banyak berkutat sebagai media personal dan sebagai ekspresi eksistensi yang kadang terkesan hanya bersifat childish, flexing/pamer atau sekedar hiburan. Pada platform yang lain media sosial menjadi sarana ghibah, julid, dan nyiyir. Sementara konten-konten positif justru kurang dapat respon seviral postingan negative.
Pada sisi yang lain, media sosial justru dapat bermanfat besar bagi pemiliknya. Salah satunya adalah sebagai sarana promosi, memperkenalkan sebuah produk ataupun sebuah entitas tertentu. Selain itu juga dapat menjadi sarana untuk membangun brand image, merk, marketing, maupun positioning sebuah institusi. Juga dapat sebagai sarana untuk medaptkan umpan baik atau feed back yang dapat didapat digunakan sebgai bahan evaluasi untuk pengembangan kelembagaan.
Atas dasar itulah Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menyelenggarakan kegiatan Workshop Managemen & Capacity Building Media Social Specialist pada Rabu & Jumat 30 Maret dan 1 April 2022. Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 (empatpuluh) peserta yang berasal dari setiap program studi yang ada di Unira Malang. Tujuan akhir dari workshop ini adalah peserta akan diberikan kesempatan untuk mengelola website maupun media sosial lainnya yang dimiliki oleh masing-masing prodi.
Dalam kegiatan ini , terdapat beberapa materi yang disampaikan yakni terkait pengelolaan media sosial serta materi terkait pembuatan konten yang positif, menarik dan sesuai dengan nilai-nali yang dikembangkan di Unira Malang.
Adapun narasumber yang ikut hadir dan mengisi kegiatan ini adalah adalah Mas Irham Thoriq yang juga merupakan Ceo Tugumalang.id, dengan materi Teknik penulisan berita dan features. Direktur Digital Center M. Hanif, menyampaikan materi terkait teknik pengelolaan website. Sedangkan pada hari kedua materi videografi akan disampaikan oleh Erik Prianto, seorang content creator dan materi digital marketing yang dibawakan oleh Biru Deun Digital Marketing Agency.
“ Ujung dan tujuan kegiatan ini adalah, kedepan akan semakin banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam mengelola media sosial, mengisi, mengabarkan dan membagikan konten yang baik, positif dan sesuai dengan kaidah-kaidah pemberitaaan” ungkap cak Anam, koordinator acara. (Hum/elk)