

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menyelenggarakan gelaran “Social Studies Euphoria: Festival Seni & Budaya Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Sederajat se-Jawa Timur”, pada Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam menyambut Dies Natalis ke-11 Program Studi Pendidikan IPS.
Beragam kompetisi digelar, di antaranya lomba cipta dan baca puisi, tari individu dan tari kelompok, serta lomba poster. Seluruh rangkaian lomba diikuti hampir 100 peserta/pelajar pada tingkat SMA/MA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Proses seleksi tahap awal dilakukan secara daring, di mana peserta mengirimkan video penampilan dan diseleksi oleh panitia lomba. Selanjutnya, tiga terbaik dari setiap kategori diundang di kampus untuk tampil kembali dihadapan juri secara langsung.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Kelestarian Lingkungan untuk Kehidupan yang berkelanjutan” Tema tersebut dirumuskan dari kesadaran bahwa keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada terjaganya lingkungan sekitar. Dunia pendidikan, khususnya rumpun ilmu sosial, menjadi salah satu motor penting dalam mendorong terciptanya kesadaran ekologis dan tindakan nyata untuk menjaga keberlanjutan alam. Lingkungan yang terjaga merupakan prasyarat penting agar masyarakat dapat hidup dengan nyaman, aman, dan harmonis.
Ketua Program Studi Pendidikan IPS, Lailatur Rofiah, M.Pd., menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena bidang IPS memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada peserta didik. “Pendidikan IPS memiliki kontribusi besar dalam memperkuat kesadaran ekologis. Selain itu, prodi kami memiliki konsentrasi kajian terkait penjagaan lingkungan, terutama jika dikaitkan dengan konsep khayra ummah yang berakar pada pengembangan masyarakat (community development) dan kelestarian alam,” jelasnya.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III, Dr. Hasan Bisri, M.Pd.I, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Social Studies Euphoria menjadi ruang positif bagi pelajar untuk berkompetisi sekaligus menampilkan potensi seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan UNIRA Malang kepada pelajar di Jawa Timur.
“Pimpinan UNIRA Malang sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Prodi IPS. Ke depan, kegiatan Sosphoria perlu disinergikan dengan bidang kemahasiswaan agar pelaksanaannya dapat semakin meriah dan berdampak luas,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Social Studies Euphoria 2025, Program Studi Pendidikan IPS UNIRA Malang kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang kreatif, edukatif, dan inspiratif bagi generasi muda. Melalui seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter pelajar yang kritis, peka sosial, dan berwawasan keberlanjutan. (Hum/elk25)
