Acara yang dikemas dengan nama “Launching dan Sarasehan, Penerapan Teknologi Adaptif Pertanian” dihadiri setidaknya seluruh Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, Rabu (14/3/2018).

Menempati Aula Lt. 3 Unira Malang (Hall KH Moch. Said) acara tersebut dibuka dengan simbolis pemukulan gong oleh Anang dan Dyah Pitaloka yang menjadi narasumber di acara tersebut.

Anang, Manager APIK Jatim mengatakan jika untuk meningkatkan ketangguhan keluarga petani menghadapi perubahan iklim diperlukan teknologi yang mudah namun efektif. “Untuk meningkatkan ketangguhan keluarga petani menghadapi perubahan iklim diperlukan teknologi yang mudah dan efektif, dipilihlah budidaya labu siam yang mampu mengurangi laju erosi lahan sekaligus mampu menghasilkan pendapatan yang berarti bagi petani.”

Anang menambahkan jika perubahan iklim secara global telah mempengaruhi semua sisi kehidupan, termasuk aspek pertanian. “Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kota Batu, terjadi bencana longsor, banjir, dan cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.

Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang sebagai lembaga akademis, melalui PKTT bekerjasama dengan Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan Jawa Timur (APIK Jatim) dan United States Agency for International Development (USAID) turut berperan melaksanakan gagasan tersebut.

“Unira Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi melalui PKTT bekerjasama dengan APIK Jatim dan USAID harus turut berperan melaksanakan gagasan tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Penerapan Teknologi Adaptif Pertanian dan Konservasi Sebagai Upaya Adaptasi Keluarga Petani Terhadap Dampak Perubahan Iklim” ini akan berlangsung selama 8 bulan, yakni antara Maret-Nopember 2018 yang turut melibatkan petani, pemerintah desa, dan Pemerintah Kota Batu.