Unira kembali megadakan diskusi ilmiah pada hari rabu (5/10/2016), acara yang digagas oleh prodi Agroteknologi FTIK tersebut bertema “Prospek Biogas Sebagai Energi Alternatif Dalam Mewujudkan Green Technology Bagi Masyarakat”. Dalam diskusi ilmiah kali ini Unira kedatangan tamu dari Yayasan Rumah Energi (YRE).
Rumah Energi merupakan yayasan yang concern pada ketahanan pangan dan energi, dengan salah satu program andalannya adalah BIRU (Biogas Rumah). Progam yang telah dimulai dari tahun 2009 tersebut sudah membangun 16.015 reaktor biogas di berbagai provinsi di Indonesia sampai tahun 2015.
Bagi yang belum familiar apa itu biogas? Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobic atau fermentasi dari bahan-bahan organik diantaranya kotoran manusia, hewan, limbah domestik. Kandungan utama biogas adalah metana dan karbon dioksida. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak, kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik.
Saat ini, banyak negara maju maupun berkembang salah satunya Indonesia sedang gencar meningkatkan penggunakan biogas. Dikarenakan energi fosil yang merupakan energi utama manusia terus menipis ketersediaannya.
Kali ini sumber yang digunakan untuk membuat biogas adalah feses sapi. Rumah Energi bekerja sama dengan para peternak yang memiliki minimal 4 ekor sapi. Pertanyaannya apakah peternak yang memiliki kurang dari 4 sapi tidak bisa menikmati biogas? Tentu saja bisa, akan tetapi jika melihat dari segi biaya pembuatan reaktor dan biogas yang dihasilkan maka tidak sebanding.
Idealnya pada sebuah rumah membutuhkan kurang lebih 1 m3 biogas untuk memasak. Sedangkan dari hasil penelitian seekor sapi bisa mengeluarkan minimal 12 kg feses per hari, dengan hasil biogas sebesar 0,023 m3 per kg feses. Sehingga diperlukan minimal 4 sapi untuk dapat memenuhi kebutuhan 1 m3 per harinya.
Dari hasil diskusi ini kedepannya Unira yang memiliki visi Green Technology siap berkomitmen membantu mendorong peningkatan penggunakan biogas bagi masyarakat. Dengan salah satu program binaan Desa Mandiri maka diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah, serta bisa mandiri dalam segi energi!