
Rangkaian kegiatan telah diselenggarakan oleh Biro Administrasi Akademik & Kerjasama Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang dalam rangka fasilitasi program studi maupun fakultas unrtuk mendukung terlaksananya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).Rentetan kegiatan tersebut berlangsung sejak Maret 2022 hingga saat ini. Diawali dengan kegiatan webinar tentang pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis outcome based education (OBE), KKNI dan SN-DIKTI. Berikutnya Workshop pengembangan kurikulum MBKM berbasis OBE dan dilanjutkan dengan kegiatan finalisasi kurikulum MBKM pada masing-masing program studi.

Tahap berikutnya yang baru saja diselenggarakan hari ini, Selasa 4 Oktober 2022 adalah Workshop konversi mata kuliah pada Kurikulum MBKM. Workshop ini sebagai bagian dari upaya untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang teknis konversi mata kuliah pada kurikulum MBKM.
I
sna Nurul Inayati, M.Pd., KaBiro Administrasi Akademik dan Kerjasama, sekaligus ketua penyelengara kagitan ini menyampaikan baghwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait sistem perkuliahan dan sistem konversi nilai mata kuliah. Selain itu adalah terpenuhinya kelengkapan dokumen terkait kedua hal tersebut, mengingat penerapan kurikulum MBKM di Unira Malang telah diimplementasikan pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023.
Hal lainnya yang mendorong terselengaranya kegiatan ini adalah animo mahasiswa untuk mengikuti program MBKM terutama yang diselenggarakan pihak Kemdikmbud cukup tinggi. Sebanyak 83 mahasiswa Unira saat ini telah mengikuti Program Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM), 2 mahasiswa mengikuti program kampus mengajar dan 1 mahasiswa masuk dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).
Sebagai nara sumber dalam kegiatan ini adalah Ilhamuddin Nukman, S.Psi., M.A seorang akademisi sekaligus Ketua Pelaksana AWMM UB. Dalam kesempatan itu, Kang Ilham menyampaikan bahwa MBKM telah menjadikan “Chaos” di dunia pendidikan Indonesia. Namun demikian yang terpenting bukan “chaos”nya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyikapinya.
“Saat ini dunia pendidikan mengalami yang dalam istilah manajemen VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity) dan solusinya juga VUCA (Vision, Understanding, Comprehensive and Agality” paparnya.
Adapun yang menjadi peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh Dekan, Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan Unira Malang ditambah dengan LP3 dan beberapa dosen pendamping lapangan. (Hum/elk)