Kepanjen, Rabu 9 (13/12/2022) kemarin, Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang kedatangan 2 tamu istimewa sekaligus. Tamu pertama yang hadir tersebut adalah Prof. Imam Suprayogo, mantan rektor Universitas Islam Negeri ( UIN) Malik Ibrahim Malang periode 1997 – 2003. Sedangkan tamu yang kedua adalah Ir. Ridwan Hisyam, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang saat ini sedang mengemban amanah di komisi VII. Komisi VII merupakan komisi di DPR RI yang menaungi bidang energi dan perindustrian. Komisi ini mempunyai Mitra Kerja : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Perindustrian. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Prof. Imam Suproyogo sendiri bukanlah figur asing di keluarga besar Unira Malang. Kiprah beliau dalam ikut serta dalam membesarkan Unira juga tidaklah kecil. Kiprah beliau di Unira Malang sudah dimulai sejak Unira Masih bernama STIT Raden Rahmat Malang dan berlanjut hingga perubahan menjadi STAI Raden Rahmat Malang. Prof. Imam juga merupakan sahabat karib dari KH. Mahmud Zubaidi, M.A yang merupakan pendiri dari STIT Raden Rahmat Kepanjen
Pun, kehadiran beliau kemarin di Unira Malang. Kehadirannya hanya ingin bertemu dengan civitas akademika karena ingin menyampaikan pandangan beliau terkait pengembangan Unira di masa yang akan datang. Bahkan beliau menyampaikan bahwa beliau berkenan untuk terlibat langsung dalam mengawal pengembangan program tersebut. Beliau menyatakan telah mewakafkan dirinya untuk pengembangan pendidikan di wilayah Malang raya khususnya Unira Malang yang merupakan satu-satunya universitas yang berada di Kabupaten Malang.

“Jangan mencari kekurangan orang lain, tapi manfaatkanlah potensi setiap orang”. Salah satu pesan yang disampaikan beliau kepada jajaran rektorat yang saat itu menemuinya. Prinsipnya, perguruan tinggi harus mampu membaca potensi setiap civitasnya dan mendayagunakan potensi tersebut dengan optimal.

Sharing pengalaman beliau selama 16 tahun memimpin UIN Malik Ibrahim Malang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, santun namun penuh makna. Salah satu yang beliau harapkan adalah Unira Malang menjadi mercusuar utama Perguruan Tinggi Islam khususnya terkait dengan pengembangan pembelajaran agama  islam yang berbasis teknologi digital. Dua hal yang juga harus dipersiapkan dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan islam adalah eksistensi ma’had dan masjid. kedua komponen tersebut merupakan bagian dari indikator penting dalam pengembangan pembelajaran.

Selepas menemui beliau, Gus Im, Rektor Unira Malang menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tinginya atas dedikasi beliau karena telah mencurahkan pikiran, ide, doa dan dukungan yang luar biasa terhadap Unira Malang.

“Dari beliau kita belajar banyak hal, khususnya terkait keihklasan dalam perjuangan untuk mengembangkan pendidikan. Beliau yang sejatinya, tidak menjadi bagian struktural di Unira Malang, masih menyempatkan waktu untuk sharing dan memberikan pencerahan kepada civitas kampus. Semoga ini juga dapat menyadarkan seluruh civitas kampus untuk terus berbuat dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya”. Ungkapnya.

Turut serta dalam sharing session tersebut, Dr. Sutomo, M.Sos, Wakil Rektor Bidang I, Dr. Hasan Bisri, M.Pd, Wakil Rektor Bidang III, Prof. Sunardji Dahri Tiam, M.Pd, Direktur Pascasarjana. Tak ketinggalan kolega beliau yang saat ini juga menjadi dosen pascasarjana Unira Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. (Hum/elk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *