Setidaknya terdapat 16 Dosen  dari berbagai program studi di Malang memperoleh Program Hibah Internal Penulisan Buku Ajar (HIPEBA) Tahun 2025. Program Hibah ini merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unira Malang. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kuantitas karya dosen  berupa buku ajar. Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk dari visi “kampus Berdampak” yang saat ini menjadi program utama kementerian Pendidikan tinggi.

Kemarin, Selasa (20/01/2026), memasuki tahapan berikutnya. Tahapan ini berupa pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teksnis terkait penulisan dan penerbitan yang langsung disampaikan oleh tim dari penerbit buku. Dalam kesempatan tersebut, tim penerbit dari Rajagrafindo Persada menyampaikan banyak hal terkait teknis penulisan buku. Mulai dari tampilan cover, pemilihan jenis dan ukuran kertas, hingga strategi pemasaran dan tata kelola royalty.

Ketua LPPM Unira Malang, Abdillah Ubaidi menyampaikan terima kasih serta selamat kepada penerima hibah penulisan buka pada periode ini. Abe, juga berharap bahwa program ini dapat ditingkatkan  baik dari segi pendanaan maupun penerima hibah. Selain sebagai wujud karya dosen, penulisan buku juga dapat meningkatkan kompetensi maupun self confidency bagi dosen itu sendiri.

“Ini tak lepas dari program kampus berdampak, agar manuskrip, hasil karya dosen tidak berhenti di ruang-ruang sepi kampus. Tapi harus diteruskan menjadi sebuah karya buku,” ungkap Abe.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Publikasi, Humas dan Kerjasama menyatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas dan citra diri seorang dosen adalah adanya karya dosen yang berupa buku. Karya tulis berupa buku adalah wujud nyata dari kemampuan dari dosen untuk mengungkapkan gagasannya dalam bentuk tulisan.

“ Ekosistem riset harus dikuatkan dengan kemampuan dalam literasi akademik khususunya dalam kepenulisan buku, jurnal, artikel lepas maupun karya tulis lainnya”. Pesan Dr. Abdul Rofiq, M.Pd.
Selain itu, Mas Warek, juga berharap bahwa proses penulisan ini dapat segera diselesaikan oleh para penerima hibah sehingga karyanya dapat ditampilkan ada even Pekan Riset yang akan digelar pada Bulan Mei tahun ini.

Sementara itu, Umam Yahya, Narasumber dari Penerbit Rajagrafindo Persada dalam Bimbingan Teknis yang dikemas dalam bentuk diskusi menyampaikan pentingnya dosen mampu menghasilkan karya berupa buku. Buku adalah salah satu bentuk karya yang dapat diakses langsung oleh mahasiswa. Dengan adanya buku yang secara langsung ditulis oleh dosen terkait, secara tidak langsung akan menumbuhkan “penilaian yang positif” dari mahasiswa.

Lebih jauh dari itu, menurut sepengalamannya dosen yang memiliki karya tulis berupa buku akan mendapatkan tambahan pendapatan yang mungkin akan diterimanya. Selain hasil penjualan buku itu sendiri, credit point dalam penilaian karir,  penulis juga dapat memperoleh royalty. Dan yang lebih besar dari itu semua adalah diperolehnya otoritas dan kredibilitas atas bidang yang ditulisnya dalam sebuah buku.

     

Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi penerima hibah agar dapat segera menyelesaikan naskahnya.  Selain akan meningkatkan citra positif kampus, dengan terbitnya buku karya  dosen yang didanai oleh kampus  adalah bentuk komitmen institusi dalam emmbangun ekosistem riset dan meningkatkan kredibiltas professional dosen di kancah nasional. (Hum/elk26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *