
Malang – Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang melalui Program Pascasarjana menyelenggarakan International Webinar “ Metodologi Penelitian”. Berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting, pada Sabtu, (15/022/2025).
Webinar ini menghadirkan pembicara prof. Dr. Mudjia Raharjo, M.Si., CIQnR., CISHR., CI QaR. Seorang guru besar, akademisi dan merupakan peneliti senior dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu beliau juga merupakan anggota dari asosiasi peneliti kualitatif Indonesia.

Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana UNIRA Malang, Prof. Sunardji Dahri Tiam, M.Pd menyapaikan bahwa tujuan dari webinar kali ini adalah untuk memberikan pembekalan yang lelih komprehensif terkait metodologi penelitian kepada mahasiswa yang akan segera menyusun tugas akhir / tesis.
Berkenan bergabung juga membuka dalam kegiatan tersebut H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si selaku Rektor UNIRA Malang. Dalam sambutan pembukaan beliau menyampaikan ungkapan terima kasih kepda penyelengara dan narasumber dan seluruh peserta yang mengikuti kegitan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu ruh perguruan tinggi yang membuat perguruan tinggi dapt tumbuh dan berkembanga adalah terbangunnya iklim penelitian ayng sehat dan kompetitif. Begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan peradaban sebuah bangsa harus dibangun melalui support negara dalam bidang riset.
“Kemajuan sebuah bangsa, salah satunya ditentukan oleh sejauh mana riset dilakukan. Riset akan menghasilkan inovasi, keterbaruan pengetahuan yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam melaksanakan pembangunan.” Ungkap Gus Rektor.
Pada sisi yang lain beliau menyampaikan bahwa dukungan negara juga menjadi sanget penting untuk membagun iklim penelitian agar terus dapat dilakukan oleh para akademisi. Sebagai bahan perbandingan Malaysia memiliki lebih dari 15.000 peneliti kulaitif sedangkan di Indonesia masih diangka kurang dari 1.000 peneliti.
Dalam sesi utamanya Prof, Dr. Mudjia Raharjo, M,Si menyampaikan paparannya yang diawali dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Paparan ini dianggap penting sebagai titik tolak dimana posisi keilmuan dari program studi yang ditempuh mahasiswa pascasarjana yakni pendidikan agama islam.
Selain terkait filosofi penelitian, Prof. Mudjia juga menyampaikan pentingnya pemahaman paradigma penelitian. Menurut Neumon (2000), Paradigma adalah suatu kerangka konseptual yang berisi tentang asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai, dan peandangan-pandangan yang mempengaruhi cara berikir dan bertindak seseorang atau suatu kelompok dalam memahami dan menjelaskan fenomena sosial.
“Paradigma adalah cara pandang peneliti melihat objek yang diteliti untuk menemukan kebenaran ilmiah. Paradigma penelitian layaknya agama bagi seseorang. Paradigma adalah panduan utama, guidelines dalam pelaksanaan penelitian. Dari paradigma penelitian, akan melahirkan pendekatan, metode, teknik dan isnstrumen.” Papar beliau.
Selain diikuti oleh mahasiswa pascasarjana UNIRA Malang, webinar kali ini diikuti juga oleh akademisi dari UIN Antasari Banjarmasin bahkan bebrapa mahasiswa dari luar negeri yakni Malaysia dan Philipina. (Hum/elk25).