

Gelaran kegiatan menyongsong ulang tahun Nahdlatul Ulama ke 100 tahun telah banyak digelar diberbagai tempat di nusantara. Setidaknya terdapat 9 (Sembilan) kegiatan besar yang digelar oleh PBNU dalam memasuki abad ke 2. Kesembilan agenda tersebut antara lain ; NU Women Festival, Religion Twenty (R 20), Nu Tech, Festival Tradisi Islam Nusantara, Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) NU, NU Fesival, Anugerah Tokoh An- Nahdlah, Muktamar Internasional Fiqh Peradaban serta Puncak kegiatan yang diakhiri dengan Peringatan Harlah 1 Abad NU yang dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023 yang akan datang. Untuk agenda terakhir tersebut direncanakan akan dihadiri tidak kurang dari satu juta nahdliyin dari seluruh Indonesia.
Kegiatan lainnya juga banyak digelar secara sporadis di masing-masing wilayah baik ditingkat kabupaten/kota yang dikomandani oleh Penguru Cabang NU hingga tingkat anak cabang/ranting/anak ranting NU di masing-masing wilayah. Salah satunya adalah gelaran apel kesiagaan yang menghadirkan ribuan orang di berbagai titik kegiatan. Dan yang tak pernah ketinggalan adalah kirap panji-panji kebesaran Nahdlatul Ulama.
Tak ingin ketinggalan dengan kesemuanya itu, Univesitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang yang merupakan salah satu universitas di Kabupaten Malang yang memiliki afiliasi serta basis kultural nahdliyin yang kuat juga menyelenggarakan kegiatan sebagai bagian upaya dalam menyemarakkan dan meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) Jaw Timur. Salah satu kegiatan yang digelar oleh Unira Malang adalah istighosah yang digelar pada Rabu, 1 Februari 2023 kemarin. Selain itu Unira Malang juga telah mempersiapkan kafilah/rombongan yang akan hadir pada puncak peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Gelora Delta Sidorajo.
Dalam acara istighotsah kemarin, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari setiap unit kerja yang berada di lingkungan universitas. Dari jajaran yayasan hadir ketua dan sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Islam Raden Rahmat Dr. KH. M. Hanief, M.Pd.I, serta Drs. H. Mahmud Ghozali, M.Si. Sedangkan dari rektorat hadir rektor beserta wakil rektor I dan Wakil Rektor II. Sedangkan wakil Rektor III tidak dapat hadir dikarenakan sedang melaksanakan ibadah umroh.
Dalam kegiatan istighotsah tersebut dirangkai dengan sosialisasi sholawat busro sebagai sholawat wajib yang akan diperdendangkan dalam setiap kegiatan yang digelar di Unira Malang. Kegiatan yang dimaksud tidak hanya dalam kegiatan formal dan seremonial tetapi akan menjadi bagian dari setiap mengawali aktifitas dan kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Unira Malang. Bahkan nantinya pembacaan sholawat ini menjadi bagian wajib yang harus diperdendangkan sebelum kegiatan belajar mengajar melengkapi doa setiap awal kegiatan perkuliahan.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Raden Rahmat , Dr. KH. M Hanief, M.Pd.I, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa Unira Malang merupakan bagian dari NU. Meskipun secara formal tidak mencantumkan nama maupun logo NU di dalamnya. Tetapi seperti dipahami oleh banyak pihak, Unira Malang didirikan oleh banyak tokoh-tokoh NU diwilayah Malang raya. Sejarah juga telah mencatat bahwa selama ini Unira Malang telah konsisten dalam kontribusinya sebagai intitusi pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bersama dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui proses pendidikan. Bahkan Unira Malang telah menawarkan banyak kemudahan khususnya bagi warga nahdliyin dalam menempuh pendidikan tinnginya dengan memberikan beasiswa.
“Hal kedua yang perlu dicermati, mengingat Unira Malang telah menyatakan diri sebagai institusi yang berafilisi dengan Nahdlatul Ulama maka sudah seharusnya ikut menjaga dan menumbuh kembangkan budaya dan tradisi yang ada di NU. Salah satunya adalah kegiatan pembacaan sholawat nabi. Maka dengan ini yayasan menyampaikan terima kasih atas penetapan sholawat al busyro sebagai bagian dari identitas yang disematkan pada Unira Malang”. Ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unira Malang menyampaikan bahwa NU memasuki abad kedua ini sebagai penanda untuk terus meningkatkan peran serta dan kontribusinya bagi negeri. Salah satu titik krusial yang harus dibangun adalah perubahan pardigma pengembangan kelembagaan dari pendekatan atau paradigma personal menuju paradgma sistemik. Pardigma pengembangan organisasi yang tidak hanya tergantung pada eksistensi personal, tetapi lebih mengarusutamakan paradigma yang berbasis sistem kerja yang telah disepakati bersama. “Kedepan Nahdlatul Ulama serta institusi yang berada dibawahnya, harus mengembangkan paradigma/pendekatan sitemik, sehingga keberlangsungan organsisasi/Lembaga tidak tergantung pada personal yang ada. Jika ini dapat diimplementasikan, maka bukan hal yang tidak mungkin Unira akan menjadi kampus NU terbesar di Malang Raya”.

Kegiatan istighotsah kali ini dipimpin oleh dekan Fakultas Eknomi dan Bisnis M. Yusuf Azwar Anas, M.M., yang juga merupakan bagian dari jajaran wakil ketua NU Kabupaten Malang periode saat ini. Sedangkan doa penutup dipimpin oleh Drs. Mahmud Ghozali, M.Si. Diakhir kegiatan adalah pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas keberadaan NU yang akan memasuki usia 100 tahun dan sebagai penanda memasuki perjuangan pada abad kedua. Mas (Hum/elk)
Alhamdulillah 🤩👍👍