Dalam rangka peningkatan kualitas akademik dan kerjasama UNIRA Malang menuju kampus berdaya saing Nasional, UNIRA Malang bekerjasama dengan LP Ma’arif Kabupaten Malang dan LAKPESDAM NU Kabupaten Malang mengadakan kegiatan Overseas Academic Study Excursion (OASE) Program ke beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura. Kegiatan tersebut di ikuti oleh Perguruan Tinggi (PT) Mitra UNIRA Malang seperti STIT Muhammadiyah Ngawi, STIS Nurul Qarnain Jember, STAI Muhammadiyah Probolinggo, Universitas Muhammadiyah Jember, ISIMU Pacitan dan Perguruan Tinggi Mitra lainnya.

Saat di UIS (Universitas Islam Selangor), dalam sambutannya Dekan Fakultas Pendidikan Dr. Noor bin Husen menyampaikan penghargaan dan kesan yang mendalam bahwa Dr. Aris Musnandar. M.Pd, selaku Kepala KUI  UNIRA Malang datang selalu dengan membawa rombongan dari instusi atau lembaga Perguruan Tinggi yang lain dengan menyebutkan nama per nama PT yang hadir merupakan rasa yang Bahagia,  karena kehadirannya di hadiri oleh oleh para rektor Perguruan tinggi.

Dr. Sutomo, M.Sos sebagai Wakil Rektor I bidang Akademik & Kerjasama, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk Building Mutual Academic Collaboration program, baik dalam kancah nasional maupun internasional.

Membuka sharing session Dr. Aris  Musnandar (Kepala KUI) UNIRA Malang sebagai  moderator kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ini untuk menjalin kerjasama pengembangan akademik dan mencari pengalaman serta belajar dari pengalaman UIS dalam pengelolaan Perguruan Tinggi.  Dari pertemuan ini diharapkan dapat  ditindaklanjuti dengan MOU dan MOA sehingga bisa di lanjutkan dengan mengadakan join seminar, join coloqium dan join research.

 

Sesi kunjungan ini di lakukan dengan sharing session  dari   masing-masing rektor dengan pemaparan yang berhubungan dengan pendidikan agama, pengembangan karakter dan bahasa Arab.

 

Membuka sharing session Dr. Sumarno dari STIT Muhammadiyah Ngawi menekankan pemaparannya  terkait pentingnya guru, dan kepala sekolah bekerja secara profesional dengan beradaptasi dalam kondisi apapun seperti initiative dalam mengajarkan pelajaran di waktu pandemi dengan pembelajaran online.

 

Kesempatan kedua Bapak Dr. Bachrul Ulum dari STIS Nurul Qarnain Jember menyinggung tentang tantangan masyarakat Ekonomi Syariah di era 5.0 yang menekankan pada aspek sikat pribadi  manusia (human component) sehingga masyarakat di harapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang penuh dengan pendekatan teknologi.

 

Argumen tersebut sesuai dengan pendapat Dr. Beni Prasetia rektor STAI Muhammadiyah Probolinggo menekankan pentingnya menanamkan kepada para pendidik  tidak hanya transfer of knowledge tetapi menanamkan nilai aqidah  dan budi pekerti dengan memberikan keteladan dan secara seimbang memberikan reward dan punishment. Dr. Beni  mencotohkan pendekatan yang dilakukan oleh pesantren menjadi contoh model pendidikan dalam menanamkan karakter.

 

Selaras dengan apa yang paparkan oleh Dr. Beni, Dr. Sofyan Rofi dari Universitas Muhammadiyah Jember menekankan  pentingnya pemahaman agama terhadap moderasi agama, sehingga ia  mengharapakan orang yang  semakin tinggi ilmu agamanya maka  ia semakin tinggi  tingkat moderasi agamannya sehingga sikap toleransi di dalam masyarakat samakin baik dan berkualitas.

 

Mengutip sebagian besar referensi ilmu pengetahuan yang di tulis dalam bahasa Arab, Dr. Wahyudi dari ISIMU Pacitan  menyampaikan dalam presentasinya menginisiasi tentang model pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan digital diantaranya dengan pola video interaktif sehingga peserta didik merasa senang dan mudah dalam mengikuti dan memahami bahasa Arab.

 

Setelah share session, Dr. Aris Musnandar, M.Pd sebagai moderator menyimpulkan bahwa satu penyajian dengan penyajian yang lain saling berkaitan dalam mencapai tujuan pendidikan yang holistik, membangun pendidikan karakter, berbudi luhur sesuai tuntunan  Al Qur’an dan sunnah Rosul didukung dengan inisiatif dan inovatif  memperdalam bahasa arab untuk memahami memperdalam  ilmu pengetahuan agama.

 

Dalam closing session Dr. Noor Bin Hasan penting dalam mempelajari ilmu pengetahuan tidak hanya di lihat dari sudut pandang akademis saja tapi penting juga di sudut  nilai agama. Sedangkan mempelajari dan  memahami agama harus dengan ke hati-hatian agar tidak terpengaruh ke dalam faham  liberal dan ekstrimis.

 

Dr. Helmi Muhammad. SE.,MM Wakil Rektor II UNIRA Malang sebelum  memimpin do’a, juga menanggapi paparan Dr.Safi  dari UIA tentang belajar harus ada mursyid, maka Dr. Helmi Muhammad. SE.,MM menambahkan bahwa pendidik  tidak hanya pada tataran Syaikhul taklim , Syaikhu ta’dib tapi beliau menambahkan pada tataran Syaikhul futuh atau wusul kepada Allah. Dengan artian tidak hanya menyampaikan materi pengajaran, membina moral tetap harus ditekankan adanya ikhlas dalam pengamalan ilmu atau pendekatan tasawuf.

 

Pewarta : Ahmad Muhaimin

Editor     : Sutomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *