Pagi ini, 1 September  2022, Yudisium Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang digelar. Yudisium semester genap tahun akademik 2021 – 2022 ini diikuti oleh sebanyak 69 mahasiswa yang terdiri dari 26 mahasiswa dari prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (P. IPS) dan sisanya sebanyak 43 mahasiswa merupakan lulusan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini digelar di Hall KH. Moh. Said Gedung KH. Mahmud Zubaidi, M.A. lt. 3.

Acara yudisium kali ini terasa lebih istimewa, karena  diawali dengan masuknya para pimpinan di lingkungan universitas maupun prodi yang diiringi dengan tarian yang dibawakan oleh mahasiswa prodi PGSD. Hadir dalam acara tersebut Rektor Unira , H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama yakni Dr. Sutomo, M.Sos. Sedangkan dari pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan tampak hadir Prof. Dr. Suryaman, M.Pd dari unsur senat fakultas, Dekan FIP, Dr. Hendra Rustantono, M.Pd,  serta kaprodi PGSD  Dr. Yulia Eka Yanti, M.Pd. Selain itu terdapat juga beberapa dosen juga turut hadir  yakni Andi Wibowo, M.Pd.,Nur Al Maida, M.Pd, Adzzimatnur Muslihasari, S.Si., M.Pd. Hadri juga Wuli Oktaningrum, M.Pd,  Lailatur Rofiah,M.Pd.,   Tety Nur Chalifah, M.Pd  dan Muhammad Zulfi A.G, M.Pd.

Sebelum memasuki acara yudisium, hadirin disuguhi tarian pembuka. Tarian selamat datang yang dibawakan oleh 3 penari yang ketiganya merupakan mahasiswa prodi PGSD.

Dalam sambutan pembukanya, Dekan FIP, Dr. Hendra Rustantono, menyampaikan selamat atas keberhasilan mahasiswa dalam meraih gelar sarjana pendidikan. Ada kebanggaan namun pada sisi yang lain muncul tanggung jawab yang lebih besar  ada di pundak lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan Unira Malang yakni keberlanjutan dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dengan beragam kompetensi keilmuan dan bahasa dalam menghadapi era 5.0. Beliau juga mengharapkan bahwa  para lulusan saat ini harus menjadi lulusan yang berkarakter baik dimanapun berada serta tidak memutus tali silaturahmi dengan almamater maupun dengan teman sesama alumni. Karena alumni merupakan salah satu kekuatan dan potensi yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk saling memberikan kontribusi dan kemanfaatan kepada sesama.“ Meski telah lulus dari studi formal ditingkat sarjana, jadilah pembelajar sejati, yang tak pernah lelah untuk terus  mengembangkan diri, tak kenal kata berhenti belajar”. Ungkapnya.

Senada dengan itu, Rektor menyampaikan bahwa yudisium merupakan momen untuk merayakan keberhasilan dalam menempuh satu tahap di jenjang pendidikan tertentu. Tetapi ini bukan akhir dari proses belajar , melainkan awal untuk menapakkan kaki ditengah kehidupan masyarakat. Gus Im, begitu beliau sering disapa, juga menyampaikan bahwa Unira sebagai bagian Lembaga Pendidikan Tinggi dibawah naungan Nahdlatul Ulama, harus ikut serta ambil bagian dalam memasuki abad kedua jam’iyah Nahdlatul Ulama. “Hari ini, Unira telah kembali menyumbangkan 69  generasi khayra ummah untuk berkontribusi dalam memasuki  Indonesia 100 tahun”.

Selain rangkaian acara seremoni, yudisium kali ini diisi dengan kegiatan seminar dengan menghadirkan alunni dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Seminar mengambil tema  “ Tantangan dan Peluang Pendidik di Era Industri 5.0 ”. Hadir menjadi nara sumber kegiatan seminar tersebut adalah Sri Suyani, S.Pd dan Arifin, S.Pd yang keudany merupakan alumni dari prodi Pendidikan IPS dan PGSD yang saat ini telah menjadi tenaga pendidik profesional. (Hum/elk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *